Kutulis kata sependek helaan,
menyimpan makna tak berakhiran.
Sekilas tampak sederhana,
padahal isinya rasa yang lama.
Aku belajar merangkum rindu,
dalam satu titik tanpa temu.
Kalimat singkat kupilih pelan,
agar tak tumpah perasaan.
Huruf-huruf berdiri seadanya,
namun gema hatinya ke mana-mana.
Yang ringkas sering disalahpaham,
karena terlalu dalam untuk dipendam.
Maka kubiarkan ia pendek saja,
biar perasaan yang bicara.
Sebab yang panjang tak selalu jelas,
kadang yang singkat justru membekas.
