[PUISI] Menanti Bintang yang Hilang

Malam datang tanpa suara
Menyisakan dingin di sela rusukku
Langit terbentang seluas cakrawala
Namun terasa sempit tanpa hadirmu
Di antara kabut yang menyelimuti
Aku tetap mencari keberadaanmu
Kerlip yang selalu ingin kupeluk
Dalam diam dan penantian panjang
Kau tak pernah berlomba dengan bulan
Tak pula ingin jadi yang paling terang
Namun sinarmu senantiasa kunanti
Saat harapku nyaris hilang dari orbitnya
Kutitipkan pesan pada angin berlalu
Membiarkan rindu membubung ke angkasa
Berharap ia menemukanmu di sana
Di antara jutaan rasi semesta
Dan sekarang...
Aku masih berdiri, di bawah langit yang sama
Menyimpan namamu di sela napas semesta
Memanggilmu dalam sepi yang hampa
Berharap cahaya indah menyapa diriku
Yang kian tenggelam dalam lubang rindu
Bila malam mengizinkan kita bertemu
Biarlah mataku berbicara
Dan jatuh cinta sekali lagi
Namun, bila kau tak lagi bersinar untukku
Tak apa...
Aku akan senantiasa menatap langit
Diam di bawah gugusan manik cahaya
Mengenangmu dalam kesunyian malam


















