[PUISI] Hujan yang Mengingatkan Pulang

Hujan turun perlahan di atap ingatan
Mengetuk-ngetuk jarak yang tak bisa kuseberangi
Setiap titiknya membawa nama
Suara yang dulu ramai di meja makan
Tawa yang kini hanya gema di dada
Di jendela, malam mengabur oleh air
Seperti mataku yang pura-pura kuat
Aku menghitung hujan
Seperti dulu menghitung langkah pulang
Yakin bahwa pintu akan terbuka
Rindu ini tidak berisik
Ia duduk diam di sudut hati
Hangat sekaligus perih
Seperti bau tanah basah yang mengingatkan rumah
Jika hujan adalah bahasa langit
Maka malam ini ia sedang bercerita
Tentang keluarga
Tentang pulang yang belum tiba
Dan doa-doa yang terus berjalan meski kaki tak melangkah
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















