Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Hujan yang Mengingatkan Pulang

[PUISI] Hujan yang Mengingatkan Pulang
ilustrasi hujan (unsplash.com/Gil Ribeiro)

Hujan turun perlahan di atap ingatan
Mengetuk-ngetuk jarak yang tak bisa kuseberangi
Setiap titiknya membawa nama
Suara yang dulu ramai di meja makan
Tawa yang kini hanya gema di dada

Di jendela, malam mengabur oleh air
Seperti mataku yang pura-pura kuat
Aku menghitung hujan
Seperti dulu menghitung langkah pulang
Yakin bahwa pintu akan terbuka

Rindu ini tidak berisik
Ia duduk diam di sudut hati
Hangat sekaligus perih
Seperti bau tanah basah yang mengingatkan rumah

Jika hujan adalah bahasa langit
Maka malam ini ia sedang bercerita
Tentang keluarga
Tentang pulang yang belum tiba
Dan doa-doa yang terus berjalan meski kaki tak melangkah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kucari Kamu

[PUISI] Kucari Kamu

28 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Inang Benalu

[PUISI] Inang Benalu

27 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction