Senja menghampiri sang pilu
Sedari lalu terdiam dengan semburat rindunya
Cahaya merajuk kepada langit
Menerpa kegelapan, membuatnya muram
Melapuk dalam kesunyian
Meneteskan air mata yang lama ditahan
Ikut mengalir dalam hamparan
Bersatu dengan ketidakadilan
Menguak luka yang terpendam
Harusnya malam ini aku pulang dengan tenang
Namun sang pelita terjerembap awan hitam
Semesta menjadi kelabu
Aku terperangkap dalam detik kenangan masa lalu
Tak mampu menahan kepiluan yang membiru
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Kelabu

ilustrasi senja (pexels.com/@basmasseus)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorTya Farida
Follow Us