Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kala Hujan Marah

ilustrasi rintik hujan (pexels.com/Vlad Chetan)
ilustrasi rintik hujan (pexels.com/Vlad Chetan)

Kala malam menyapaku
Katanya bulan tak ingin lagi memeluk awan
Pasalnya, awam sudah bosan
Dibohongi hujan yang katanya datang bulan November

Semilir angin yang menyapa
Hanyalah ilusi semata
Bahkan petir yang datang kala mentari kelelahan
Ia hanya sekadar berjalan melewati hari

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lena Latipah
EditorLena Latipah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kutub Kutub Magnet

07 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi hutan bambu

[PUISI] Rumah tak Bersisa

07 Feb 2026, 07:07 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih karena ditinggal kekasih

[PUISI] Belenggu Rindu

06 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi menggosip

[CERPEN] Penggosip

05 Feb 2026, 15:17 WIBFiction
ilustrasi seseorang kehujanan

[PUISI] Hujan dan Luka

04 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
Ilustrasi gambar orang berjalan

[CERPEN] Langkah Kerinduan

04 Feb 2026, 05:10 WIBFiction
Seseorang menatap langit senja

[PUISI] Jingga di Langit

04 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi potret buram (pexels.com/Cottonbro studio)

[PUISI] Simpang Buram

03 Feb 2026, 06:12 WIBFiction