Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Kepada Kamu yang Tak Lagi Pulang

1 min read
[PUISI] Kepada Kamu yang Tak Lagi Pulang
ilustrasi kerinduan (Pexels.com/Ralitsa Racheva)
  • Puisi menggambarkan kerinduan seseorang kepada sosok yang tak lagi pulang, melalui kenangan di kursi kosong dan jalan yang pernah mereka kenal.
  • Jarak antara aku lirik dan sosok yang dirindukan digambarkan bukan sebagai perjalanan fisik, melainkan tempat yang tak dapat dijangkau.
  • Aku lirik tetap mengenang dan mendoakan sosok tersebut, serta berjanji tidak menghapus tempatnya dari hati meski waktu menghilangkan jejaknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malam masih menyimpan namamu
di antara sunyi dan cahaya bulan yang sendu
Aku masih sering mencarimu
di kursi kosong, di jalan yang kita kenal
seolah langkahmu akan terdengar lagi
seolah kau hanya pergi sebentar
dan lupa memberi kabar kepadaku

Kini jarak kita bukan lagi kota
bukan pula panjangnya perjalanan
Kau berada di tempat yang tak mampu kutuju dengan kaki
sementara rinduku terus tumbuh
tanpa tahu harus pulang ke mana
tanpa tahu kepada siapa
harus kuceritakan kehilangan

Jika cinta masih mengenal jalan
biarlah rinduku sampai kepadamu
Katakan bahwa aku masih mengingatmu
masih menyebut namamu dalam doa
dan meski waktu perlahan menghapus jejakmu dari dunia
tak akan kuhapus tempatmu
dari dalam hatiku

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia