Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Kopi Dingin
ilustrasi kopi (pexels.com/Engin Akyurt)

Menyisakan aroma menguar
Beradu angin malam beranjak
Sedang gemintang menatap bersemarak
Di bawah langit metropolis

Secangkir kopi yang dingin
Dengan seluruhnya tak beraturan
Apakah Bumi sedang bengis?
Membatasi langkah sang perintis

Kadang, realitas tampak kejam
Dengan kejutan menghunjam
Menyisakan remuk redam
Dengan permainan takdir tak beraturan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team

EditorYudha ‎