Menyisakan aroma menguar
Beradu angin malam beranjak
Sedang gemintang menatap bersemarak
Di bawah langit metropolis
Secangkir kopi yang dingin
Dengan seluruhnya tak beraturan
Apakah Bumi sedang bengis?
Membatasi langkah sang perintis
Kadang, realitas tampak kejam
Dengan kejutan menghunjam
Menyisakan remuk redam
Dengan permainan takdir tak beraturan
![[PUISI] Kopi Dingin](https://image.idntimes.com/post/20250529/1000321134-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-78c5ac4bd6b0643e5d09368c247a89ab.jpg)