Malam menumpahkan tinta ke langit
dan bintang-bintang hanyalah luka kecil
yang mengintip dari kain gelap semesta
Angin berjalan tanpa kaki
menyisir rambut pepohonan
seperti ibu yang menenangkan anaknya yang gelisah
Di dadaku ada sebuah kota sunyi
jalan-jalannya dibuat dari pertanyaan
dan lampu-lampunya menyala dari keraguan
Waktu adalah sungai yang tak pernah kembali
mengangkut daun-daun hari
ke laut yang tak bernama
Sementara manusia
hanya perahu kayu rapuh
yang keras kepala mengarungi kabut
meski tahu peta langitnya robek
Namun, entah mengapa
di tengah samudra gelap itu
masih ada api kecil yang menolak padam
seperti kunang-kunang yang bersikeras menyaingi bintang
![[PUISI] Lampu di Dada Malam](https://image.idntimes.com/post/20250522/light-bulb-1867166-1920-8027d4707702ff9f54da0e7e4e88e67d-6ad224e0b478aed21b7a68ece5aea76e.jpg)