Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Lampu di Dada Malam
ilustrasi lampu hias (pixabay.com/Pexels)

Malam menumpahkan tinta ke langit
dan bintang-bintang hanyalah luka kecil
yang mengintip dari kain gelap semesta

Angin berjalan tanpa kaki
menyisir rambut pepohonan
seperti ibu yang menenangkan anaknya yang gelisah

Di dadaku ada sebuah kota sunyi
jalan-jalannya dibuat dari pertanyaan
dan lampu-lampunya menyala dari keraguan

Waktu adalah sungai yang tak pernah kembali
mengangkut daun-daun hari
ke laut yang tak bernama

Sementara manusia
hanya perahu kayu rapuh
yang keras kepala mengarungi kabut
meski tahu peta langitnya robek

Namun, entah mengapa
di tengah samudra gelap itu
masih ada api kecil yang menolak padam
seperti kunang-kunang yang bersikeras menyaingi bintang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team