Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Perempuan yang Menjahit Lukanya Sendiri

[PUISI] Perempuan yang Menjahit Lukanya Sendiri
ilustrasi seorang wanita yang sedang menjahit dengan benang (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Ia menjahit lukanya dengan sabar
Benang keberanian di tangannya tipis
Namun setiap tusukan jarum waktu
Perlahan menutup robek di hatinya.

Dunia sering memberi luka tanpa alasan
Tanpa permisi, tanpa penjelasan
Namun ia menolak menjadi serpihan
Ia memilih menyusun dirinya kembali

Di matanya ada hujan yang tertahan
Tapi juga langit yang luas
Sebab ia tahu tangis bukan kelemahan
Melainkan sungai menuju keteguhan

Dan saat lukanya akhirnya mengering
Ia tidak berubah menjadi dingin
Ia justru menjadi hangat
Seperti tangan yang pernah disembuhkan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah yang Tiba-Tiba Sunyi

10 Mar 2026, 06:25 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction