Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Perjamuan di Kepala Tuan yang Lapar

[PUISI] Perjamuan di Kepala Tuan yang Lapar
ilustrasi mata menatap tajam ke depan (pexels.com/Abbat .)

Mata perempuan itu syahdu
Bibirnya merah merona dengan gincu
Jemari lentiknya terbayang lembut meraba-raba kulit di balik baju
Tubuhnya pun terasa suam-suam kuku

Leher, dada, dan segala lekuk yang kau damba makin merapat di kepala bertuan patriarki
Matamu tak kenyang
Makin kering tekakmu menelanjangi akal
Kau nyalar susun ia dari serpihan fantasi yang kau ciptakan sendiri
Bukan begitu, tuan?

Persetan. Bajingan.
Habis kau tersedak harga diri yang tak pernah sudi tunduk pada birahi
Sebab perempuan bukan objek dan hidangan
Ia adalah pemegang takhta atas dirinya sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Aku dan Versi Terbaikku

20 Apr 2026, 16:07 WIBFiction
[PUISI] Menjadi Abadi

[PUISI] Menjadi Abadi

20 Apr 2026, 05:48 WIBFiction
[PUISI] Mengingat Kamu

[PUISI] Mengingat Kamu

19 Apr 2026, 11:25 WIBFiction
[PUISI] Persis Kaca Rapuh

[PUISI] Persis Kaca Rapuh

18 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[CERPEN] Sampai Mati

[CERPEN] Sampai Mati

17 Apr 2026, 06:38 WIBFiction
[PUISI] Sang Pemilih

[PUISI] Sang Pemilih

17 Apr 2026, 05:25 WIBFiction