Mestinya aku belajar menahan
Menahan sakit, rindu, dan cinta
Menahan air mata agar tak jatuh perlahan
Dan meredam keluh yang sia-sia
Mestinya aku mengetahui
Tak semua jiwa sudi mengerti
Tak semua hati mampu memahami
Tak semua senyum itu murni
Dan tak semua sayang itu sejati
Mestinya aku sadar
Ada yang enggan melupakan
Ada yang enggan memaafkan
Dan tak semua peduli menjaga perasaan
Namun, kini aku memilih keheningan
Menutup rapat pintu cerita satu per satu
Tak lagi mengemis perhatian dan kehadiran
Apalagi merengek dalam pelukan semu
Sebab sekarang aku tahu
Tak semua orang benar-benar peduli
Hanya bayangan diri yang setia selalu
Menyembuhkan hati dalam sepi
![[PUISI] Memilih Keheningan](https://image.idntimes.com/post/20250815/1000363230_703760f8-2c0f-40c4-9cb0-04311efdd230.jpg)