Kau memilih arah ketika banyak orang berbalik
Meninggalkan riuh demi jarak yang lebih jujur
Tak ada peta yang benar-benar membaca langkahmu
Sebab kau adalah kompas bagi kakimu sendiri
Tentu, sepi akan sering datang mengetuk pintu
Bertanya mengapa kau betah bersama kesenyapan
Namun di jalur ini tak ada yang saling mendesak
Hanya kebebasan dan langit yang terasa lapang
Biarkan mereka menetap di tanah seragam
Membangun aman di batas yang sama
Kau tetap berjalan di jalur asing
Karena pemandangan terbaik lahir dari ketenangan
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Menempuh Jalan Tak Biasa

ilustrasi menempuh jalan (pexels.com/Tobi)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us