Ketika kau berlari dalam peluh
Di simpang ambisi dan prestasi
Napas payah tertinggal di dada
Dan hasrat terasa sesak
Mengapa kau tergesa?
Padahal tak sedang berlomba
Menepilah sejenak
Karena jiwamu adalah telaga, ia layak dijaga
Jeda ...
Bukan karena tak mampu
Namun bersiap melaju
Merengkuh arah yang dituju.
