Menggugat doa
Di hadapan sunyi berserakan,
Kata-kata runtuh
Bak dedaunan gugur
Di lorong waktu tak pernah menoleh
Doa saling bersahut
Suaranya retak bagai cermin pecah memantulkan wajah
Tak utuh, tak jelas
Mengetuk langit dengan tangan gemetar
Namun pintu-pintu awan mengunci
Hujan turun sebagai bahasa tak runtut
Iman berdiri seperti lilin di tengah angin
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Menggugat Doa

ilustrasi berdoa (pexels.com/Thirdman)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us