Ternyata rumah tak selalu berbentuk bangunan
Dengan pintu dan jendela yang terbuka pada jalan
Bukan pula kamar tempat tangis pecah dalam kesunyian
Kadang rumah menjelma mereka, teman-teman yang memberi kehangatan
Ketika hari tak berjalan seperti yang diharapkan
Segalanya terasa berat dan melelahkan
Namun di penghujung hari, bertemu mereka menjadi sedikit obat
Meski tak mengubah yang buruk, mereka membuatku lupa sejenak
Kami menyusuri kota tanpa tahu hendak kemana
Berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya
Menikmati es krim sambil bertukar gurauan dan cerita
Atau sekadar memandang wajah mereka, lalu tertawa tanpa sebab
Mungkin mereka tak pernah tahu apa yang telah mereka sembuhkan
Tak pernah sadar bahwa kehadiran mereka meredakan banyak beban
Sebab tawa yang lepas mampu menggantikan sendu sepanjang hari
Dan untuk sesaat, bersama mereka, aku merasa telah sampai di rumah
![[PUISI] Mereka yang Terasa Seperti Rumah](https://image.idntimes.com/post/20261012/pexels-olly-3289167_914436e5-5420-4962-b63f-d0d234e72c3a.jpg)