Arombai berlayar membelah laut
Membawa harap sebagai bekal hidup
Dengan gagahnya Sang nakhoda bertutur
"Saya akan amanah dan juga jujur."
Nestapa tahta membuatnya luntur
Ditambah bertemunya dengan Sang harta karun
Membuat Sang Tuan lupa pada tujuan akhir
Bahwa nakhoda hadir sebagai penentu angin
Janganlah tergiur Tuan
Nikmat harta hanyalah sekejap
Selepasnya nikmat lapas akan memeluk
Mendekapmu dalam raungan sesal kalbu
Seribu tahun kau bujuk rayu
Seribu maaf kau tutur lembut
Sayang paham hati tak sanggup
Arombai yang berlubang tak dapat kembali utuh
