Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Selangkah Mundur

[PUISI] Selangkah Mundur
ilustrasi puisi selangkah mundur (pexels.com/Rachel Claire)
Intinya Sih

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Aku selangkah mundur
Ketika mendapati serpihan kaca mengoyak tumpukan beban
Yang dipendam, dilebur bata
Ditimpa keras, dengan usaha

Aku selangkah mundur              
Saat pekikanmu menyergap bising meminta tapakan kaki menginjak
Tajam, runcing, penuh kepiluan
Sedang petir menggelegar

Aku selangkah mundur
Ketika kudapati tawa panikmu berkhianat di atas percaya
Yang selama ini kita bangun
Hancur berkeping, seperti kaca

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction