[PUISI] Selangkah Mundur

Aku selangkah mundur
Ketika mendapati serpihan kaca mengoyak tumpukan beban
Yang dipendam, dilebur bata
Ditimpa keras, dengan usaha
Aku selangkah mundur
Saat pekikanmu menyergap bising meminta tapakan kaki menginjak
Tajam, runcing, penuh kepiluan
Sedang petir menggelegar
Aku selangkah mundur
Ketika kudapati tawa panikmu berkhianat di atas percaya
Yang selama ini kita bangun
Hancur berkeping, seperti kaca
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















