Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Membarulah Tanpa Menentang Tabu

[PUISI] Membarulah Tanpa Menentang Tabu
ilustrasi seseorang mendongak melihat langit (pexels.com/Cottanbro studio)
Intinya Sih

  • Puisi ini menggambarkan kesempurnaan rasa manusia yang sering kali meminta tanpa melihat konsekuensinya.

  • Kelancangan dalam berpikir dan bertindak kadang-kadang diatasnamakan kebaikan, namun sebenarnya kasar.

  • Pesan dari puisi ini adalah untuk membarulah tanpa menentang tabu, namun tetap menghormati rencana Tuhan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Demi kesempurnaan rasa
Sering kali manusia lancang meminta
Lalu-berlalu yang diminta kadang kala ditinggalkan
Namun kelancangan itu tersimpan

Resolusi baik telah tersusun
Namun rencana Tuhan bukan tandingan
Sering kali kau rawat kelancungan berpikir
Mengatasnamakan kebaikan, dalam halus kau buat kasar

Jangan pula kau jemu
Meminta tak mengapa, menata tak mengapa
Namun jangan tentang rencana Tuhan, kau tahu kesempurnaanlah milik-Nya
Membarulah tanpa menentang tabu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction