Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Pagi yang Menunggu
ilustrasi matahari terbit (pexels.com/Cliford Mervil)

Langit belum sepenuhnya terang
Warna kelabu masih menggantung di timur
Udara membawa sisa malam
Namun mentari perlahan menyapa

Lampu jalan satu per satu padam
Seolah memberi ruang bagi cahaya
Hal-hal kecil kembali bergerak
Semua perlahan membuka mata

Aku bangun tanpa banyak rencana
Hanya mengikuti perubahan warna di langit
Terang datang tidak dengan tergesa
Namun cukup untuk memberi arah

Pagi ini tidak menjanjikan apa-apa
Ia hanya memberi kesempatan baru
Selama cahaya masih menemukan jalan
Harapan selalu punya tempat untuk tinggal

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team

EditorAtqo Sy