Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Pagi yang Syahdu

[PUISI] Pagi yang Syahdu
ilustrasi pagi yang syahdu (unsplash.com/Riski Andriansyah)

pagi yang syahdu
tatkala orang-orang
berjalanan meninggalkan masjid
selepas salat subuh

pagi yang syahdu
tatkala pak tua di ujung sana
dengan wajah bersahaja
dan senyum tulus tiada dua
sedang menyiapkan dagangannya
untuk dibawanya ke pasar senin

pagi yang syahdu
tatkala sang mentari
mulai menampakkan sinarnya
menerangi bumi
dan kemudian
aku tersenyum
dengan rasa syukur di hati

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Giffary Yusuf
EditorGiffary Yusuf
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Surat dari Anak yang Tak Mengerti Perang

15 Mar 2026, 22:52 WIBFiction
[PUISI] Menabung Kebaikan

[PUISI] Menabung Kebaikan

15 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Memakan Senyap

[PUISI] Memakan Senyap

14 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bumi Tanpa Gemuruh

[PUISI] Bumi Tanpa Gemuruh

13 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menunggu Lebaran

[PUISI] Menunggu Lebaran

12 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Makhluk Tersisih

[PUISI] Makhluk Tersisih

12 Mar 2026, 05:04 WIBFiction