Di telapak tanganmu
Aku belajar tentang waktu
Garis-garis halus yang tak pernah mengeluh
Meski hidup berulang kali membuat jatuh
Kepalan tangan itu pernah kuat
Mengangkat pagi dan menahan hujan
Mencari nafkah sambil menyimpan doa dengan erat
Agar keturunan tumbuh tanpa takut lapar dan kehilangan
Keriput di seluruh badan bukan tanda lelah
Melainkan catatan panjang tentang sabar
Tentang jatuh yang tidak diumumkan ke luar
Hanya selalu bangkit untuk menjaga amanah
Jika kelak tanganku pun menua
Aku ingin menyimpan pelajaran yang sama
Tentang ikhlas, tentang bekerja tanpa pamer luka
Tentang mencintai tanpa banyak kata
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Pelajaran dari Kulit Keriput Kakek
![[PUISI] Pelajaran dari Kulit Keriput Kakek](https://image.idntimes.com/post/20260130/pexels-rdne-5637503_632a8bf0-470e-4b66-b313-ddf11e3b209c.jpg)
ilustrasi seorang kakek membawa bunga (pexels.com/RDNE Stock project)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us