Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Perihal Duka

[PUISI] Perihal Duka
Ilustrasi bunga layu (pixabay.com/Ray_Shrewsberry)

Pilunya tak lagi membakar
Rindunya tak lagi berkobar
Terkubur dalam ruang bernama waktu
Meski hatinya terus membeku

Matanya tak lagi basah
Batinnya tak lagi resah
Tinggalkan bunga yang kian mengering
Meski gelaknya tak lagi nyaring

Tekatnya untuk berdamai
Menutupi duka yang kian ramai
Mereka bilang, "Biar waktu yang nanti membasuh"
Mereka bilang, "Biar lupa yang nanti berlabuh"

Namun, sanggupkah aku?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hari Ini, Aku Berani Lagi

15 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction