Kau tak pernah menutup pintu
Selalu menerima maaf saat bertemu
Ku mengingatmu saat pilu
Kau menerima dukaku dalam bisu
Tak ada permintaan atau harapan bersama
Bagimu kebahagiaanku yang utama
Ku kira kau kan selalu ada
Hingga Tuhan menunjukkan kuasanya
Ku pandang nisanmu tanpa kata
Hanya ada suara tangisan pengantar luka
Mengapa aku baru sadar saat kamu tiada
Bahwa cintamu adalah dunia yang begitu berharga
Kau adalah pintu yang selalu terbuka
Menerima segala kurangku tanpa banyak kata
Aku terlalu buta untuk melihat nyata
Kini, hanya tinggal sesal yang memaki raga
![[PUISI] Pintu yang Selalu Terbuka](https://image.idntimes.com/post/20261015/120679_8e2b20f7-173e-4dd9-89a4-e88b259c64e0.jpg)