Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Pintu yang Selalu Terbuka
ilustrasi pergi ke makam (pexels.com/Ivan S)

Kau tak pernah menutup pintu
Selalu menerima maaf saat bertemu
Ku mengingatmu saat pilu
Kau menerima dukaku dalam bisu

Tak ada permintaan atau harapan bersama
Bagimu kebahagiaanku yang utama
Ku kira kau kan selalu ada
Hingga Tuhan menunjukkan kuasanya

Ku pandang nisanmu tanpa kata
Hanya ada suara tangisan pengantar luka
Mengapa aku baru sadar saat kamu tiada
Bahwa cintamu adalah dunia yang begitu berharga

Kau adalah pintu yang selalu terbuka
Menerima segala kurangku tanpa banyak kata
Aku terlalu buta untuk melihat nyata
Kini, hanya tinggal sesal yang memaki raga

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team