Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rasa yang Patut untuk Didekap

[PUISI] Rasa yang Patut untuk Didekap
ilustrasi perempuan duduk sendiri (unsplash.com/Vitaliy Shevchenko)

Puisi membantuku melalui fase penerimaan
Di dalamnya aku menciptakan pengakuan
Bahwa kerapuhan bukanlah kelemahan
Hanya rasa yang patut untuk dibawa dalam dekapan

Aku pun belajar, kelamnya hati
Bukan pertanda awal dari malapetaka
Hanya keruntuhan yang tak lagi perlu bersembunyi
Cukup biarkan dia hadir, sampai cahaya sudi untuk beri hangatnya

Alih-alih hampa, aku lebih suka begini saja
Jujur soal emosi yang mengusik melulu
Senang, sedih, sepi, lelah, marah adalah bagian dari diriku
Tak akan kutolak, justru kuizinkan singgah,
mewarnai hari-hariku dengan segala bentuknya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hari Ini, Aku Berani Lagi

15 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction