Di antara dua dunia aku berdiri
Bukan sulung yang diagungkan
Bukan bungsu yang dimanjakan
Hanya sunyi yang jadi teman hati
Di antara riuh tawa kakak dan manja si bungsu
Aku berdiri bagai bayang yang sayup tak tentu
Langkah sunyi di lorong rumah sendiri
Mencari arti hadir diri ini yang sering diingkari
Tak disebut paling tua, tak pula paling kecil
Hanya penengah yang dianggap pengisi
Hati yang kerap retak dalam diam yang panjang
Mendambakan rindu pada kasih yang jarang
Wahai dunia, dengarkan ratapan diriku yang rawan
Aku bukan bayang yang mudah dilupakan
Aku hanya anak tengah dengan hati yang tulus
Mendamba kasih meski hanya setitik halus
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Ratapan Pilu si Anak Tengah
![[PUISI] Ratapan Pilu si Anak Tengah](https://image.idntimes.com/post/20250828/pexels-jeswin-1280162_912de89a-add3-4ac2-8f48-dca1dd970122.jpg)
ilustrasi seorang anak duduk sendirian (pexels.com/Jeswin Thomas)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us