Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Rintik yang Pulang Setelah Penantian

1 min read
[PUISI] Rintik yang Pulang Setelah Penantian
ilustrasi rintik hujan (pexels.com/Gabriela Palai)

Langit menyimpan sunyi di ujung hari
sementara bumi menunggu dengan sabar
Tanah yang retak merindukan pagi
dan daun-daun letih berharap segar

Angin datang membawa sebuah kabar
tentang awan yang mulai mendekat
Ada harapan tumbuh perlahan
di antara debu yang melekat

Lalu rintik pertama jatuh ke tanah
membelai rerumputan yang lama merana
Seperti surat dari langit yang indah
membawa jawaban bagi doa yang lama dijaga

Air mengalir di sela bebatuan
membangunkan akar yang hampir terlupa
Hujan menjelma sebuah pelukan
bagi kehidupan yang nyaris kehilangan asa

Betapa panjang jalan penantian
betapa sunyi hari-hari yang berlalu
Kini hujan menjadi nyanyian
yang menghapus dahaga di relung kalbu

Biarlah rintik membasuh bumi
menumbuhkan kembali benih harapan
Sebab setelah musim yang menguji
selalu ada ruang bagi kehidupan

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel