Pagi membuka pintu pasar kehidupan,
langkah-langkah datang membawa harapan.
Suara tawar-menawar berbaur di udara,
angka-angka berlari dalam cerita,
menghidupkan roda usaha bersama.
Di meja kecil koin mulai berbunyi,
lembar rupiah berpindah dengan pasti.
Setiap angka bukan sekadar hitungan,
melainkan peluh dari perjuangan,
tentang mimpi yang ingin diwujudkan.
Pedagang tersenyum menyapa pembeli,
percakapan hangat mengisi hari.
Dalam riuh pasar yang tak pernah diam,
terlihat usaha yang tumbuh perlahan,
menyusun harapan masa depan.
Ada yang datang membawa dagangan,
ada pula yang pulang membawa kebutuhan.
Di antara transaksi yang sederhana,
terjalin kisah manusia dan makna,
tentang hidup yang saling menjaga.
Angka-angka menari dalam catatan,
menghitung untung dari setiap usaha harian.
Meski kecil langkah yang dijalani,
ia tetap berarti hari demi hari,
membangun mimpi yang ingin digapai.
Pasar menjadi cermin kehidupan,
tempat belajar arti ketekunan.
Di sana kerja keras dipertemukan,
dengan harapan yang terus diperjuangkan,
agar hari esok semakin menjanjikan.
Ketika senja menutup hari perlahan,
riuh pasar mulai mereda dalam keheningan.
Namun angka-angka tetap menyimpan cerita,
tentang manusia yang tak pernah menyerah,
menjalani hidup dengan penuh makna.
![[PUISI] Riuh Angka di Pasar Kehidupan](https://image.idntimes.com/post/20251031/pexels-creativio-codex-2157038997-34508326_39367513-67e1-4de9-a183-441f27460ce7.jpg)