Aku mengecat dinding yang mulai pudar
Rumah ini lelah menahan banyak diam
Ada retak yang lama tidak disentuh
Aku memilih tinggal dan memperbaiki
Lapisan warna menutup bekas lama
Seperti luka yang pelan dirawat
Tidak semua hilang dalam sekali sapuan
Namun rumah ini masih mau bertahan
Tanganku berhenti di antara lelah
Aku menatap dinding yang belum selesai
Dengan sabar yang tumbuh perlahan
Di tempat yang dulu ingin kutinggalkan
Saat sore masuk melewati jendela
Rumah ini terasa lebih tenang
Tidak sepenuhnya pulih
Namun cukup untuk kutinggali kembali
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Rumah yang Kupulihkan

ilustrasi mengecat dinding (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us