Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sakit yang Dapat Ditoleransi

[PUISI] Sakit yang Dapat Ditoleransi
ilustrasi tersenyum (pexels.com/ Alexey Demidov)

Ada sakit yang tak pernah dianggap darurat
Seperti luka kecil di hati
saat janji dikhianati
atau suara yang sengaja dipadamkan
Demi harmoni yang tak pernah adil

Kita belajar menyebutnya wajar
Belajar menahan napas
sambil tersenyum pada perih yang mencekik

Karena katanya, inilah dewasa
menyimpan nyeri dan menamai luka sebagai toleransi
dan pura-pura kuat meski darahnya masih mengalir pelan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hari Ini, Aku Berani Lagi

15 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction