Di sudut rumah yang sunyi
Sapu tua bersandar tanpa suara
Ia hafal akan setiap sudut lantai
Meskipun serat patah datang meraba
Debu waktu menyisir dengan perlahan
Menumpuk di kenangan yang tak disapu tuntas
Tentang pagi-pagi yang tergesa sebagai alasan
Tentang senja yang pulang dengan antusias
Sapu tua tak pernah bertanya
Mengapa tangannya jarang dicari
Seperti hati yang pernah berguna
Lalu diam, dan perlahan mati
Suatu hari ia akan diganti
Biarlah debu waktu menjadi saksi
Yang usang bukan berarti sia-sia
Sebab sebelum dilupakan, ia banyak membersihkan luka
