Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi sapu lidi
ilustrasi sapu lidi (pexels.com/Fabio Gasperoni)

Di sudut rumah yang sunyi
Sapu tua bersandar tanpa suara
Ia hafal akan setiap sudut lantai
Meskipun serat patah datang meraba

Debu waktu menyisir dengan perlahan
Menumpuk di kenangan yang tak disapu tuntas
Tentang pagi-pagi yang tergesa sebagai alasan
Tentang senja yang pulang dengan antusias

Sapu tua tak pernah bertanya
Mengapa tangannya jarang dicari
Seperti hati yang pernah berguna
Lalu diam, dan perlahan mati

Suatu hari ia akan diganti
Biarlah debu waktu menjadi saksi
Yang usang bukan berarti sia-sia
Sebab sebelum dilupakan, ia banyak membersihkan luka

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team