Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Satu Pelukan yang Hangat
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Kampus Production)

Pagi datang sebelum mata terbuka
Langkahmu sudah lebih dulu berjalan
Dapur menyala tanpa banyak suara
Hari dimulai dari tangan yang tak pernah lelah

Ibu mengenal setiap kebiasaanku
Nada suara yang berubah sedikit saja
Ia tahu kapan harus mendekat
Kapan cukup menunggu tanpa banyak tanya

Pelukan itu sederhana dan dekat
Tidak meminta untuk diingat terus
Namun selalu datang pada saat tepat
Menenangkan tanpa perlu dijelaskan

Waktu berjalan membawa banyak perubahan
Langkahku semakin jauh dari rumah
Namun hangat itu tetap tinggal
Sebagai tempat yang selalu bisa kembali

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎