Denting spatula membangunkan lelapku
Aroma dapur yang merambat ke pintu
Ritual lama yang ibu jaga dengan tabah
Sejak aku kecil, saat dunia masih indah

Sepiring nasi goreng tersaji hangat
Warna rumahan yang begitu memikat
Meski jenuh kadang datang menyapa
Habis juga kumakan tanpa ada sisa

Ibu mengira seleraku tak pernah berubah
Bahwa nasi goreng adalah puncak rasa di lidah
Maka ia gorengkan cinta dalam setiap butirnya
Hanya demi melihat anaknya kenyang bahagia

Kini kupahami di tiap butir nasi yang kuterima
Ada kasih yang tak sanggup dieja kata-kata
Selama aroma itu masih tercium di udara
Artinya pelindungku masih ada dan terjaga