Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Semangkuk Bubur yang Kurindukan
ilustrasi semangkuk bubur (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

Saat tubuhku lemah dan jauh darimu
Tak ada semangkuk bubur di hadapanku
Tak ada tanganmu yang menyuapiku
Hanya rinduku yang semakin menggebu

Awalnya, tak ingin kukabarkan sakit ini
Tak ingin membuat hatimu kembali cemas
Namun tubuhku yang lemah ingin mendengar suara
Barangkali suaramu mampu membuatku lebih kuat

Benar, suaramu membuatku sedikit tenang
Namun setelahnya kau yang tak bisa tenang
Maafkan aku, Ibu, telah membuatmu khawatir
Aku hanya rindu, meski tak pandai mengungkapnya

Kini bubur hambar yang dulu biasa saja
Justru menjadi makanan yang paling kurindukan
Bukan karena rasanya yang istimewa
Melainkan karena tanganmu yang menyiapkannya

Semoga kita segera berkumpul kembali
Agar aku bisa pulang dan duduk di sisimu
Jangan khawatir, Ibu, aku pasti sembuh
Sebab kaulah alasan aku ingin pulih

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team