Kita duduk di pinggir lapangan
Menunggu matahari turun perlahan
Tak banyak kata yang terucap
Tapi rasanya begitu hangat dan lekat
Aku masih ingat caramu tertawa
Saat aku jatuh dari sepeda tua
Kau menolongku sambil mencela
Tapi di matamu, tak ada luka
Waktu berjalan terlalu cepat
Tiba-tiba kita lulus dan berpisah cepat
Tak sempat bilang aku suka kamu
Karena takut kehilangan lebih dulu
Kini senja tak lagi sama
Tapi setiap jingga mengingatkanku pada kita
Di sana, di lapangan sederhana
Cinta remaja tumbuh apa adanya