[PUISI] Saat Tarot Berbicara Tentangmu

Musim hujan bersiap pergi
Kartu-kartu tarot mulai menebar janji
Katanya, ruanganku takkan lagi sepi
“Dia akan mendekatkanmu pada Tuhan.”
Aku tertawa, sedikit meremehkan
Tangan di belakang punggung, mengepal harapan
Kukira akan tiba saat petang
Namun ternyata, dia sudah datang
Aku sambut dengan tenang
Meski aroma tembakau di bibirnya,
aroma wanita tertinggal di tangannya,
dan alkohol berbicara lewat matanya
Oh, siapa sangka?
Aku jatuh cinta
Pada sosok paling tak disangka
Aku habiskan sejam penuh
Melipat tangan, merayu Tuhanku
agar menyapanya dengan cara paling teduh
Haruskah aku bakar kartu tarotku?
Benar, aku dekat pada Tuhanku,
tapi bukan karena dia yang membawaku
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.