[PUISI] Demokrasi Berhati Dingin

Suara rakyat bagai ombak yang pecah sia-sia
Bukannya musyawarah yang ramah membuka pintu
Yang ada hanya perintah, "Kembali ke tempatmu!"
Keputusan diambil tanpa peduli hati nurani
Tangan-tangan di atas sana, sibuk menata alur cerita
Rakyat menahan derita yang tak henti
Bertahan hidup di bawah langit yang semakin sulit diakali
Namun bisikan mereka dianggap angin lalu
di telinga penguasa yang beku
Demokrasi tak lebih dari coretan di atas papan
Ia saksi bisu dari hati yang tak lagi punya belas
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.