Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Setipis Alasan
ilustrasi seseorang menatap dengan tajam (pexels.com/Jo Kassis)

Kau pandai bicara, lupa bercermin
Tertawa keras, hati kecilmu sempit
Katamu tulus, tindakmu penuh hitung
Sering menilai, jarang mau memahami

Kau hadir hanya saat butuh sorotan
Teman bagimu sekadar alat singgah
Janji manismu gugur sebelum pagi
Wajah ramah, namun arahmu menusuk

Kau dengar setengah, simpulkan sepihak
Loyalitasmu tipis, setipis alasan murah
Aku diam bukan berarti buta
Kelak kau akan ditinggal sendirian

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team