Kau pandai bicara, lupa bercermin
Tertawa keras, hati kecilmu sempit
Katamu tulus, tindakmu penuh hitung
Sering menilai, jarang mau memahami
Kau hadir hanya saat butuh sorotan
Teman bagimu sekadar alat singgah
Janji manismu gugur sebelum pagi
Wajah ramah, namun arahmu menusuk
Kau dengar setengah, simpulkan sepihak
Loyalitasmu tipis, setipis alasan murah
Aku diam bukan berarti buta
Kelak kau akan ditinggal sendirian
![[PUISI] Setipis Alasan](https://image.idntimes.com/post/20260326/pexels-jokassis-5534410_64afcb4e-3a33-4cfe-8ca6-b8984a804bc0.jpg)