Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Nyanyian Sunyi untuk Rumah Lama

[PUISI] Nyanyian Sunyi untuk Rumah Lama
ilustrasi kursi dan jendela rumah yang terbuka (pexels.com/Bruna Fossile)

Rumah itu masih berdiri di ingatan
Dindingnya terbuat dari suara tawa
Lantainya menyimpan langkah kecil
Yang tak lagi pulang

Pintu kayu mengeluh tiap malam
Menunggu tangan yang tak datang
Dan jendela terus membuka diri
Meski tak ada yang melihat keluar

Aku melintas sebagai orang asing
Di alamat yang dulu memelukku
Membawa rindu dalam saku
Dan pulang dengan tangan kosong

Rumah itu kini hanya gema
Tempat kenangan menyala redup
Ia tidak runtuh
Hanya ditinggalkan waktu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Nyanyian Sunyi untuk Rumah Lama

01 Apr 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction
[PUISI] Mencari Damai

[PUISI] Mencari Damai

29 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kalian Bisa Apa?

[PUISI] Kalian Bisa Apa?

28 Mar 2026, 21:44 WIBFiction