Jangan jatuhkan langkah pada mata yang hanya singgah,
pilih yang betah bersimpuh membaca hela napasmu sampai tuntas.
Yang siap mengarsipkan detail kecil yang sering luput dari dunia,
mengurai dirimu pelan tanpa tergesa membersamai cerita.
Ada jarak antara terpikat dan bersungguh ingin tahu,
yang satu sekadar cahaya lewat, yang lain menetap jadi ruang teduh.
Carilah yang menjadikanmu halaman terbuka, bukan sekadar judul,
yang menakar nilai dari dalam, bukan gemerlap yang mudah runtuh.
Aku utuh berjalan sendiri, tak bergantung pada arah yang datang,
namun ada tenang ketika kendali dipegang tangan yang paham.
Bukan untuk hilang, melainkan percaya pada arah yang dituntun,
memberi ruang bagi langkah lain untuk sesekali memimpin perjalanan.
Yang tahu kapan menggenggam, kapan melepas tanpa melukai,
yang menjaga tanpa memiliki, yang hadir tanpa perlu menguasai.
Sebab yang dicari bukan sekadar temu, melainkan rumah yang tumbuh perlahan,
tempat dua arah beriring, merawat hari hari yang panjang.
![[PUISI] Siap, Sungguh, Tahu](https://image.idntimes.com/post/20260506/pexels-ozgur-unal-274127901-14519261_45e830a1-f9b3-4a55-812c-ff2a985dcc7a.jpg)