Kita bersama dalam lingkup rasa
Canda selalu kau torehkan
Kita berjalan berdampingan
Cerita mengalir tanpa sadar
Aku sungguh gembira
Saat pertama terlihat oleh netra
Raga kau berjalan menghampiri
Menenteng rasa untuk kembali
Aku sungguh bahagia
Bahkan tak dapat berkata-kata
Saat aku dapat mendekapmu
Saat haru menjadi canda
Saat asa tak lagi semu
Memori dahulu kembali terputar
Kebahagiaan yang serupa
Rasa membuncah dalam dada
Dengan raga yang kini berbeda
Tinggiku bahkan sebatas bahu
Tak lagi mendongak saat menatapmu
Aku berharap sukacita tak cepat berlalu
Dapat lebih lama dari sekedar menyapu
Terkadang hal kecil dapat lebih berharga
Bahkan menyenangkan hati yang merasa pilu
Mengobati luka yang menganga lebar
Meredakan perih yang tertoreh sembilu
Terlebih meyembuhkan hati yang tengah sendu
06:21
210820
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Sukacita Sederhana
![[PUISI] Sukacita Sederhana](https://image.idntimes.com/post/20200223/photo-1505455184862-554165e5f6ba-72fcb6fba3724affd73fd1598c41e47c.jpeg)
Unsplash/linatrochez
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Masa21 Agu 2020, 21:24 WIB
Editorial Team
EditorPutri Yusman
Related Article
[PUISI] Pertanyaan yang Tak Pernah Pergi11 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Kau Adalah Waktu11 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Persimpangan Jalan10 Agu 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Bunyi yang Tak Pernah Datang10 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Saat Hasil Tak Kunjung Tiba10 Agu 2026, 14:07 WIB
[PUISI] Satu Pagi Menjamu Agustus10 Agu 2026, 06:52 WIB
[PUISI] Rumah yang Ternyata Bisa Patah10 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Gelombang Culas10 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tak Kurang Sebelum Berdua09 Agu 2026, 20:52 WIB
[PUISI] Bayangan Aksara yang Terkunci09 Agu 2026, 20:27 WIB
[PROSA] Masa Lalu yang Belum Usai09 Agu 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Langit Masih Menyimpan Jawaban09 Agu 2026, 14:47 WIB
[PUISI] Untuk Sekadar Diberi Ruang09 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Liturgi sang Pengembara Maut09 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Secangkir Teh dan Hening08 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Membilas Debu di Pelataran Takdir08 Agu 2026, 18:07 WIB
[PUISI] Belajar Meluruh Seperti Daun Gugur08 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mencari Warna di Antara Abstraksi08 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Merawat Kata Setelah Luka07 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Melodi dalam Potret Lembayung07 Agu 2026, 20:27 WIB