Langit masih menyimpan warna paling redup
Jalanan panjang terbaring tanpa suara
Udara dingin menahan sisa malam
Waktu berjalan hampir tak terasa
Lampu-lampu kota belum sepenuhnya padam
Bayang bangunan memanjang di aspal basah
Dunia seperti menunda geraknya
Memberi ruang bagi terang yang belum lahir
Ayam membuka pagi dengan ragu
Nada tipis memecah hening perlahan
Cahaya merayap dari balik timur
Menyentuh Bumi tanpa tergesa
Aku berdiri di antara gelap dan harap
Menunggu hari menemukan bentuknya
Dalam sunyi yang hampir selesai
Terbit membawa alasan untuk melangkah
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Sunyi Menjelang Terbit
![[PUISI] Sunyi Menjelang Terbit](https://image.idntimes.com/post/20260315/alexandra-smielova-1riyo_ypmx4-unsplash_49bde2a7-2a4d-4686-9891-7556437d5be1.jpg)
ilustrasi Matahari terbit (unsplash.com/sashasmelova)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us