Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Sunyi yang Mendesak
ilustrasi perempuan yang menangis (pexels.com/cottonbro studio)

Sunyi datang tanpa diundang
Ia duduk di dada seperti beban
Hari terasa terlalu sempit
Untuk harapan yang masih ingin bernapas

Aku berdiri di sendiri di tepian
Di bawah kaki ragu menunggu
Tak ada tanda ke mana melangkah
Hanya degup yang terdengar kencang

Harapan menjadi kata yang berat
Hari ini meminta lebih dari doa
Perut mengerti lebih cepat
Bahwa keyakinan tak selalu cukup

Aku sudah berjalan sejauh ini
Dengan lutut gemetar dan mata terbuka
Meski sunyi terus mendesak
Aku masih menahan diri dari jatuh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎