Barangkali ... kitalah kata tabu
Memaksa hadir di kamus bahasa
Agar abadi bermukim di semesta
Meski tak tertera satu pun makna
Namamulah penyebab segala cedera
Namun tak sekalipun tertuduh di cerita
Entah sebab jemari lupa susunan abjad
Atau hati ikut serta mengubah naskah
Kini, tak perlu mampir ke pancaindra
Aku lelah memberimu rima
Jadi, membeku sajalah dalam memori
Agar esok tak lagi kukenali
Terlalu tabu untuk sisipkan harap
Enyah sajalah
'Kan kututup syair dengan titik
Rindu kala itu ... kupastikan raib
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Tabu

ilustrasi perempuan membaca buku di laut (pexels.com/Leyla Qəhrəmanova)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us