Sejatinya bukan menjatuhkan
Bukan pula mengkerdilkan
Tak ada nada menghardik
Pula menyebut kau udik
Lembut, namun seperti tamparan
Bukankah itu menjadi memori kuat?
Kala jumawa sedang bertingkah
Makhluk amatiran bermaksud serakah
Jangan pula merasa kerdil
Itu bukan tamparan tak adil
Kau pun tak perlu merasa rendah
Tamparan itu romansa terindah
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Tamparan Terindah
![[PUISI] Tamparan Terindah](https://image.idntimes.com/post/20250615/1000329107_0b1a8a41-691e-4692-a841-5bf660b4d27a.jpg)
ilustrasi menutupi muka (pexels.com/MART PRODUCTION)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorAgsa Tian
Follow Us