sampai di dewasa ini,
banyak kujumpai—wahana bermain di tubuhku sendiri
seperti ayunan dari kantung mata yang hampir jatuh,
perosotan dari bibir yang dikuliti ricuh
jungkat-jungkit dari sepasang bahu yang mulai lunglai memikul besarnya harapan
trampolin dari kepala yang elastis melambungkan banyak ekspektasi dan ketakutan
![[PUISI] Tubuhku, Wahana Bermain](https://image.idntimes.com/post/20241211/man-3959784-1280-0693c8b4e03785cef8232ab8c1a1c9c7.jpg)