Di persimpangan yang tak ada papan arah
Berdirilah seorang insan dengan kaki yang mulai lelah
Cakrawala pada hari itu juga tidak bisa terbaca
Antara fajar yang ragu atau senja yang penuh luka
Di tangan ada sebuah peta yang dibuat sendiri
Namun, jalannya buntu dan berakhir sepi
Setiap menapak selalu terasa asing dan baru
Kompas di dadaku mulai menderu sebab menunggu petunjuk-Mu
Kerap kali diri ini bertanya, seberapa jauh lagi?
Hanya ingin tahu meski diterpa rasa tak pasti
Jika hati ini bisa diajak bertanya
Tuhan, ini tujuannya ke mana?
Mungkin bukan ke puncak yang tinggi
Bukan pula ke sorak-sorai manusia
Mungkin hanya ke damai yang sederhana
Yang tumbuh pelan di dalam sanubari
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Tuhan, Ini Tujuannya ke Mana?
![[PUISI] Tuhan, Ini Tujuannya ke Mana?](https://image.idntimes.com/post/20260301/pexels-matreding-7373493_4b4f208f-bcd3-4872-850d-d7865b95b64a.jpg)
ilustrasi pria sedang berjalan di antara rerumputan (pexels.com/Mathias Reding)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us