Comscore Tracker

[PROSA] Ikat Rambut yang Hilang

Nasihat yang berat untuk dijalani

Langkah centil menari-nari dengan sedikit manja. Dia malu-malu bersembunyi. Seperti sebuah mimpi yang menjadi nyata bagi dia. Mendapat hadiah ikat rambut berbentuk pita dariku, sang kakak.

Matanya berbinar, wajah hambar sudah pudar. Dengan ceria dia bercerita kepada teman-temannya. Sebuah pita dengan bangga dia tunjukkan. Bukan cuma sekali saja. Bukan main gembiranya ketika semua memberi pujian.

Sepanjang hari dia berlari-lari bermain dengan anak seusianya. Tak lama senja menyapa. Kumpulan gadis lugu dan lucu berangsur-angsur bubar secara teratur kembali ke rumah masing-masing.

Tak lagi ceria, tak lagi bahagia. Air mata membasahi pipi adikku tercinta. Aku bertanya apa gerangan hingga hilang kebahagiaan? Sembari menangis tersedu, dia erat memelukku. Pita di rambut tak lagi terpasang. Jatuh dan mungkin hilang saat dia berlari riang. Aku mencoba menenangkan dengan berbagai kata rayuan bahwa nanti akan kembali aku belikan.

Tangisnya tetap pecah dan semakin membuat aku resah. Kembali kami telusuri jalanan pulang tadi. Berbekal senter kami perlahan menyusuri jalan. Namun, apalah daya, pita itu sudah hilang atau mungkin jatuh, lalu diambil orang.

Di malam penuh bintang itu aku berikan nasihat kecil pada adikku tersayang. Bahwa semua yang terjadi bukanlah salahnya. Berusaha menjaga sepenuh jiwa, kalau hilang berarti ada hikmah di baliknya. Bahwa harus lebih berhati-hati serta belajar ikhlas dari hati. Dia mengangguk pelan. Entah karena memahami atau masih di hati. Sejurus kemudian, jemari lemahnya aku genggam.

"Ayo kita pulang, besok pagi kita beli lagi. Adik boleh memilih sendiri." Aku berkata sembari mengajak dia pulang. Menutup senja yang sudah terlalu masuk malam.

Baca Juga: [PROSA] Sebuah Percakapan di Kios Bunga

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

faruq riza al azhar Photo Verified Writer faruq riza al azhar

Pria yang ingin berkarya. Ig: @faruqrizaal

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Kidung Swara Mardika

Berita Terkini Lainnya