Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Salah Menghitung Waktu
ilustrasi wanita melihat jam pasir (Pexels.com/Ron Lach)
  • Puisi menggambarkan seseorang yang lama memendam rasa karena merasa terlambat, saat orang yang dikagumi telah lebih dulu memiliki pasangan.
  • Tokoh lirik memilih menyembunyikan perasaannya dan menahan patah hati agar tidak mengganggu hubungan yang telah terisi.
  • Ketika pelukan sang pujaan tampak kosong, tokoh lirik menguatkan diri untuk mencari kesempatan menyelaraskan langkah dan menyampaikan keinginannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aku mengamatimu sedari lama
Pahami makna sebelum kata
Hanya saja... salah menghitung waktu
Hingga binarmu muncul sebelum lajuku

Jadi kusembunyikan sajalah rasa
Nikmati patah tanpa mengusik
Lupakan genggammu yang penuh terisi
Sebab bukan jemariku yang genapi

Namun kala kaki ingin berhenti
Mengapa dekapmu hilang penghuni?
Apakah benar tak ada lagi?
Ataukah memang giliranku kali ini?

Untuk itulah kuasah nyali
Merancang tiap temu layaknya takdir
Hingga berani utarakan pinta
Bolehkah jika kuselaraskan langkah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team