Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Sebelum Waktu Merenggut Kesempatan
ilustrasi menggenggam tangan orang tua (unsplash.com/Hunt Han)
  • Puisi menggambarkan kesedihan melihat orang tua menua, melalui kerutan wajah dan rambut memutih yang menyentuh hati sang anak.
  • Sang anak mengenang kasih, kerja keras, dan pengorbanan tulus orang tua yang diberikan demi kebahagiaannya tanpa mengharapkan balasan.
  • Ia bertekad meraih keberhasilan untuk membanggakan orang tua serta memohon usia dan kesehatan mereka agar dapat menyaksikan perjuangannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di bawah temaram lampu ruang tamu
Kulihat guratan di wajah yang kian sayu
Kerut di kening dan rambut yang memutih
Membuat dadaku diam-diam terasa perih

Kalian memberi tanpa pernah meminta balas
Mengalirkan kasih dengan tulus dan ikhlas
Semua peluh dan asa yang kalian curahkan
Hanyalah agar aku mengecap kebahagiaan

Aku ingin segera berlari membawa jaya
Mengangkat derajat kalian dengan bangga
Membalas segala sabar dan pengorbanan
Sebelum waktu merenggut kesempatan

Panjangkanlah usia mereka dalam sehat, Tuhan
Aku masih membutuhkan doa di setiap langkah perjuangan
Sebab apalah arti seluruh lelah dan kemenangan
Jika kelak kalian tiada untuk menyaksikan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team