TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Kondisi Ini akan Terjadi jika Mencoba Diet Daging Merah, Penasaran?

Pastinya kamu sudah menjadi pahlawan lingkungan 

Pexels.com/KetutSubiyanto

Memang benar dan telah teruji secara klinis bahwa daging merah memiliki banyak sekali maanfaat bagi tubuh kita. Walaupun demikian, ada beberapa kelompok yang telah mencoba hidup dengan tidak mengkonsumsi bagian terlezat dari hewan ini.

Banyak di antaranya karena memang ingin memperbaiki pola hidup. Lantas, seperti apakah yang terjadi jika kita mencoba berhenti mengkonsumsi daging merah? Ini dia daftarnya!

1. Kekurangan zat asam di dalam tubuh

Pexels.com/AndreaPiacquadio

Mengapa demikian? Tubuh yang sehat membutuhkan keseimbangan pH yang baik. Padahal, di zaman modern saat ini makanan pembentuk asam mayoritas datang dari daging merah. Tentu kenyataan ini karena daging merah lebih mampu menghasilkan muatan asam yang tinggi untuk diserap dan dinetralkan oleh tubuh kita.

Baca Juga: Mengenal Reverse Diet, Metode Diet yang Gak Bikin Stres

2. Tubuhmu akan mengalami penyusutan berat

Pexels.com/KetutSubiyanto

Daging merah memiliki unsur kalori yang tinggi. Jadi, ketika kamu mencoba berhenti mengkonsumsi daging merah maka unsur kalori akan turun lebih cepat. Tentunya kondisi ini didukung bahwa sebagian besar porsi daging melebihi kebutuhan protein sebenarnya.

Misalnya, satu porsi daging sapi tiga ons bisa menjadi sekitar 170 kalori. Tapi satu porsi kacang bisa mengandung sekitar 100 kalori dan tahu sekitar 70 kalori.

Tentunya dari kondisi di atas, bisa kita berikan kesimpulan bahwa orang yang menjalani diet vegetarian akan kehilangan lebih banyak berat badan daripada mereka yang menjalankan diet non-vegetarian. Dan para vegan mampu menurunkan berat badan lebih banyak daripada orang-orang yang masih mengkonsumsi telur atau bahkan produk susu.

3. Pencernaan kita awalnya akan sedikit terganggu

Pexels.com/PolinaZimmerman

Ini karena tubuh mencerna daging merah lebih lambat daripada makanan lain, itulah sebabnya kamu mungkin akan merasakan sembelit, sakit perut, dan kembung setelah makan daging merah dengan porsi yang besar tentunya.

Walaupun pada akhirnya kamu mungkin mengalami gangguan pencernaan segera setelah memutuskan berhenti mengonsumsi daging merah. Kondisi ini terjadi karena efek kejut di pencernaan terutama akibat dari makan makanan kaya serat yang lebih sehat.

Tapi jangan khawatir, dalam jangka panjang dan secara alami tubuhmu akan menambahkan bakteri sehat ke dalam ususmu yang dapat menurunkan peradangan di seluruh tubuh dan membuatmu tidak terlalu merasa kembung.

Faktanya, sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition Research  menemukan bahwa vegetarian memiliki tingkat peradangan yang lebih rendah daripada pemakan daging.

4. Tubuhmu lebih kebal dengan penyakit mematikan

Pexels.com/Pixabay

Baiknya, dengan berhenti memakan daging merah dapat mengurangi risiko berbagai penyakit. Mengapa? Daging merah mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi, yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, dan diabetes.

Sebuah studi tahun 2018 di European Heart Journal menemukan konsumsi daging merah menghasilkan senyawa yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Karnitin, yang menyebabkan tubuh memproduksi Trimethylamine-N-oxid (TMAO), senyawa yang diproduksi oleh bakteri di perut, tampaknya berkorelasi dengan risiko penyakit jantung. 

Para peneliti percaya bahwa hal itu mempengaruhi metabolisme kolesterol tubuh, yang mengarah pada peningkatan perkembangan plak di dinding pembuluh darah, dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca Juga: Diet Jadi Mudah, 10 Makanan Enak dan Sedap Pengganti Nasi

Verified Writer

Basri W Pakpahan

Menulis untuk Memperbaiki Diri

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya